Buku-buku (yang) fundamental

Banyak hal dalam kehidupan di dunia ini dinilai berdasarkan ‘kaca mata’ atau sudut pandang tertentu. Sehingga bagi masing-masing orang, di masing-masing tempat, waktu, budaya yang berbeda maka satu hal akan bernilai dan bermakna berbeda.

Seperti dapat diumpamakan mengenai masakan yang kita makan. Beberapa orang memiliki selera yang berbeda. Enak bagi satu orang belum tentu terasa enak bagi orang lain. Begitu pula mengenai musik. Selera musik tiap orang bisa jadi berbeda, menyenangkan bagi seseorang belum tentu akan menyenangkan bagi orang lain.

Sepanjang dalam hal sains-rekayasa-teknologi (science-engineering-technology) kebebasan ‘berselera’ semacam itu tidak dapat sepenuhnya dituruti. Ada banyak pembatasan, setidaknya merupakan konsensus dari para ahli yang diakui banyak orang dari tempat-tempat di Bumi ini yang lebih maju peradabannya di bidang itu.

Ada beberapa acuan yang merupakan acuan baku yang bahkan wajib diratifikasi oleh banyak negara. Misalnya sejumlah standar dari IEC, ISO, atau CENELEC. Beberapa standar sebenarnya merupakan standar yang berlaku di suatu negara. Tetapi standar-standar itu kemudian diikuti atau setidaknya dijadikan acuan oleh negara lain. Biasanya karena standar-standar itu berasal dari negara yang dianggap lebih maju dan telah terbukti keunggulannya. Misalnya adalah sejumlah standar dari ANSI, IEEE Standards, DIN, dan NFPA . Beberapa nama lain tautannya sudah saya rangkum dan bisa diakses di link ini.

Ada pula arahan, terbitan, dan dokumentasi dari banyak organisasi dunia maupun organisasi di beberapa negara maju yang menjadi rujukan umum. Rujukan untuk melakukan penilaian, mengambil keputusan, merencanakan, dan bersikap (termasuk mengambil tindakan). Misalnya dari organisasi-organisasi semacam IEEE (sebagai induk organisasi), IEEE-PELS, ACM, dan ASEE.

Jika anda melihat beberapa versi PUIL, anda akan melihat jejak standar-standar internasional tersebut di atas. Hanya sekadar sebagai contoh saja, di halaman ini anda bisa melihat jejak standar IEC. Baik sebagai negara yang merupakan bagian dari komunitas internasional maupun sebagai negara yang sesungguhnya masih berkembang, standar-standar dan praktik di Indonseia tidak bisa lepas begitu saja dari sejumlah standar sebagai mana yang sumbernya telah saya sebutkan di paragraf sebelumnya.

Sumber selain ‘standar’

Bukan hanya berupa ‘standar’, banyak sumber-sumber lain yang merupakan sumber belajar yang baik. Semakin banyak orang yang membacanya di dunia ini, akan semakin banyak kemungkinan tanggapan yang bisa diperoleh. Sehingga pengakuan apakah suatu sumber belajar/sumber berpikir itu dianggap baik dapat lebih cepat dilihat. Tanggapan dan perbandingan (review) bisa menjadi indikator yang baik mengenai mutu suatu sumber belajar.

Misalnya untuk jurnal, bisa dinilai dan diperbandingkan melalui SCIMAGO, JIFACTOR, SCOPUS CiteScore, Index Copernicus. Untuk buku-buku antara lain bisa dilihat dari Amazon Best Sellers, B&N Top 100: Book Bestsellers, The New York Times Best Sellers. Sumber lain yang bisa dikunjungi untuk melihat review sejumlah buku misalnya situs Goodreads, The MIT Press, James Clear recommended reading list, Mark Manson recommended reading list, Goodbooks.io top-100, situs Most Recommended Books, BooksIcon, daftar buku rekomendasi dari Bill Gates.

Dari sejumlah besar buku yang banyak direkomendasikan, sebagian kecil (sangat kecil) saya baca. Dari yang saya baca sebagian kecilnya lagi banyak saya pakai sebagai dasar. Saya upayakan menjadi dasar nilai, dasar acuan pemikiran dan tindakan. Tentu beberapa tidak saya sebutkan di sini.

Buku ‘OSPEK’

Bagian ini saya sebut sebagai buku ‘ospek’. OSPEK atau apapun pergantian namanya, adalah rentang waktu yang dipakai untuk orientasi agar adaptasi lebih tepat dan cepat dilakukan dengan tuntutan perubahan pola pikir yang baru. Seandainya saja daya dukung dan situasi di negeri kita ini berbeda, menurut saya ada sejumlah buku yang bagus dipakai sebagai dasar orientasi mahasiswa baru untuk bidang-bidang sains, matematika, dan rekayasa. Tentu waktunya dibagi menjadi beberapa tahapan yang totalnya jauh lebih panjang dari yang umum sekarang. Terutama untuk di universitas dan institut. Sedangkan untuk jenjang di pendidikan perguruan tinggi vokasi, perlu diadaptasi dan disesuaikan lagi. Tapi semua tentang saran buku untuk OSPEK itu cerita lain yang nanti kalau ada waktu lagi, akan coba saya uraikan.

Semua buku ini telah saya urutkan dari ‘perpustakaan’ saya di Kindle. Ada sejumlah buku lain di dalamnya yang tidak saya masukkan sebagai tambahan karena perbedaan peruntukan. Urutannya adalah dari kiri ke kanan, baru kemudian dari atas ke bawah. Jadi buku Problem Solving 101 adalah yang pertama sedangkan buku novel filosofi Sophie’s World adalah yang terakhir.

Untuk masa orientasi yang singkat, buku Problem Solving 101 dari Ken Watanabe adalah yang terpenting. Dari situ, praktik sederhana tentang korelasi dan kausalitas yang menjadi dasar sains, rekayasa, dan teknologi diajarkan dengan format yang ringan. Buku ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan dijual bebas. Sebelum di Kindle, beberapa buku telah saya peroleh sebelumnya dalam bentuk eBook dari beberapa sumber. Memang tidak ideal, tetapi dengan kondisi yang ada tinggal bagaimana ‘pertimbangan’ kita saja. Mana yang lebih dipentingkan dan diperlukan. Jika kondisi kemudian memungkinkan, barulah boleh/bisa membelinya, misalnya, di Kindle (https://read.amazon.ca).

Buku lain yang juga penting

Sudah banyak orang yang menyatakan bahwa apa yang kita makan umumnya akan cukup banyak menentukan bagaimana kita hidup. Setidaknya kalau suatu jenis makanan sering sekali membuat kita sakit perut maka sebaiknya coba dihindari sebisanya saat kita perlu melakukan suatu aktivitas yang kritis waktu. Sebaliknya kalau ada bahan makanan yang membantu tubuh menjadi sehat, maka sebaiknya secara proporsional tetap kita makan dalam jumlah yang cukup.

Buku-buku yang ditampilkan di bagian sebelumnya tidak bisa diposisikan sebagai buku-buku yang absolut sebagai sumber kebenaran. Bahkan, dalam sains tidak ada buku-buku yang semacam itu, termasuk semua textbook yang dipergunakan di perkuliahan di seluruh dunia. Namun beberapa buku memiliki ‘derajat’ yang berbeda dari buku-buku lain yang pernah ditulis dan diterbitkan. Buku-buku itu kemudian biasa dimasukkan dalam sejumlah daftar yang umumnya ditulis sebagai recommended

Buku-buku lain banyak yang bisa menjadi bagian dari rujukan dasar berpikir dan bertindak. Bisa dipakai untuk menuntun cara pandang kita. Jumlahnya ada banyak, tidak semua bisa dibaca. Penentuan buku-buku acuan lain itu banyak bergantung pada keperluan, kondisi lingkungan dan urgensi.

Misalnya saya merekomendasikan semua buku yang disusun oleh Malcolm Gladwell. Dua buku yang sangat saya sarankan untuk dibaca bagi banyak orang, apalagi mahasiswa, adalah Outliers dan David and Goliath.

Outliers antara lain banyak menceritakan tentang hubungan dan peran lingkungan sekitar sebagai daya dukung perkembangan dan keberhasilan individu. Bahwa memang benar setiap orang perlu berjuang demi kemajuan dirinya sendiri, tetapi peran dan pengaruh lingungan tetap besar dan tidak dapat diabaikan. Dari buku ini kita bisa belajar tentang ‘sistem’ sebagai sesuatu yang umum di kehidupan. Bagaimana seperti halnya rangkaian elektronik, banyak aspek di kehidupan juga memerlukan rekayasa yang baik. Karena manusia umumnya tidak bisa begitu saja terpisah dari sistem yang berlaku di lingkungan sekitarnya.

David and Goliath merupakan buku yang bagus untuk mengajak kita mau melihat dan berpikir lebih dalam dari apa yang sekilas terlihat. Terutama untuk sistem engineeringi dan fenomena sosial yang kompleks. Sering ungkapan-ungkapan orang lain berasal dari anggapan yang ceroboh tanpa dasar yang kuat. Terus menerus disampaikan sehingga dianggap menjadi suatu kebenaran.

Hampir mirip dengan buku Outliers, buku ini juga menceritakan hubungan manusia dengan lingkungannya. Bagaimana lingkungan membentuk pengalaman hidup dan karakternya. Bagaimana seorang manusia tidak bisa hidup ‘di ruang hampa’ benar-benar terlepas tidak terpengaruh lingkungan sekitarnya.

Yang juga penting di dalam penyampaian di buku ini adalah tentang cara pandang mengenai kekurangan dan kelebihan. Bagaimana sesuatu (yang dianggap) sebagai kekurangan alamiah bisa dimanfaatkan untuk menjadi suatu keunggulan. Bagaimana manusia bisa tetap berperan baik untuk memelihara dan memajukan peradaban dengan apa yang dimiliki dan mampu diusahakannya. Diusahakan dengan upaya yang baik, secara efektif dan efisien.

Selain buku-buku dari Malcolm Gladwell ada beberapa penulis lain yang sangat saya rekomendasikan. Misalnya adalah Mark Manson yang memiliki cara ‘bertutur’ yang unik untuk menggugah kita berpikir ulang dan berpikir lebih jauh. Satu lagi, Greg Mckeown yang bukunya (Essentialism) sangat menggugah pikiran kita dari kebiasaan lingkungan sehari-hari.

Ada juga beberapa buku yang menurut saya bagus untuk dibaca berdasarkan tema. Dalam praktik unuk mencoba melakukan inovasi, ada beberapa buku yang menurut saya bagus untuk dibaca. Tiga di antaranya sampulnya ada di bawah ini. Hanya saja buku Walter Isaacson belum selesai saya baca sampai saat ini.

Jika dahulu dikenal MBO maka kemudian terus berkembang menjadi OKR. Kecuali di organisasi bisnis yang sangat serius, penerapan OKR di Indonesia bisa jadi tidak mudah. Ini dikarenakan dasar berpikir dan cara pandang yang belum tentu cocok. Tetapi metode-metode yang seperti inilah yang membantu membuat kita mendapatkan banyak layanan yang handal sehari-hari.

Misalnya anda bisa mengingat bagaimana hidup anda bisa dimudahkan oleh sistem perangkat Android atau iPhone yang handal. Bayangkan kalau produk-produk itu selalu rewel bermasalah saat anda pakai. Produk yang handal berasal dari rangkaian sistem pengembangan dan produksi yang handal pula. Yang berpijak pada science-engineering-technology yang baku tetapi tetap progresif.

Begitu pula produk dan layanan dari Google, Microsoft, Amazon yang terus menerus ditingkatkan dan bisa anda manfaatkan dan nikmati. Semuanya berasal dan bermula dari pola pikir dan cara pandang yang mendasari pilihan-pilihan tindakan yang kemudian diambil.

Buku lain yang belum selesai saya baca (karena yang ini bahkan baru dapat dan baru mulai dibaca) adalah buku dari Steven Weinberg. Beliau adalah ahli fisika (fisikawan) peraih hadiah Nobel. Buku ini menceritakan perjalanan sejarah manusia dalam mengembangkan sains. Dari sini dapat kita lihat bahwa meskipun seorang fisikawan dan bukan sejarawan, Steven Weinberg menilai penting tentang sejarah sebagai sebuah perjalanan pencarian kebenaran.

Sains dan (apalagi) teknologi sering disampaikan dalam bentuk ‘jadi’, sehingga terkesan sebagai hal yang asing dan ajaib. Padahal sebenarnya merupakan hasil perjalanan panjang manusia yang tidak pernah selesai. Perjalanan untuk memahami alam sekitar dan dirinya sendiri. Buku seperti ini penting untuk membantu mengurangi efek samping dari keterbatasan waktu di perkuliahan untuk mempelajari tentang sejarah sains. Tentang bagaimana kita bisa sampai di titik ini, di kemajuan yang sekarang ini.

Audiobook

Selain dari buku (ebook), isi buku-buku juga bisa kita peroleh dari audiobook. Cara ini hampir mirip dengan mendengarkan lagu, hanya saja yang didengarkan bukan musik melainkan orang yang membaca isi buku. Dahulu orang mempergunakan cara ini saat mengendarai mobil, dengan menggunakan kaset. Sekarang dengan kemajuan zaman dengan sitem serta perangkatnya, kita bisa melakukan cukup banyak kegiatan sambil mendengarkan isi buku.

Beberapa ebook yang populer telah tersedia juga dalam format audio. Sehingga kadang-kadang bisa kita baca selagi sempat, kadang-kadang bisa kita dengarkan saja dibacakan oleh orang lain. Cara ini juga bagus dipakai untuk mengulang-ulang isi buku-buku yang telah dibaca sebelumnya.

Beberapa dari audiobook yang menurut saya bagus sebagai bagian dari dasar (fundamental) adalah sebagai berikut.

epilog

Buku-buku (ebook & audiobook) adalah salah satu kelompok sumber acuan yang saya pakai. Saya utarakan di sini dalam golongan ‘buku-buku yang fundamental’ untuk membantu berpikir dan menilai. Idealnnya semua detail buku seperti ini kita ingat benar. Tetapi justru dari buku-buku seperti inilah kita belajar bahwa hal itu belum tentu baik untuk dilakukan. Yang lebih perlu adalah memahaminya dan jika bisa membentuk mental model yang akan menuntun kita berpikir bahkan seandainya pun kita lupa detail susunan kata-katanya di dalam buku-buku itu.

Buku-buku semacam ini berperan penting dalam belajar, bahkan dalam bidang yang berbeda. Sekilas, jika belum menyimaknya dengan baik maka buku-buku ini sepertinya tidak berhubungan dengan, misalnya, bidang ilmu teknik (kerekayasaan/engineering). Padahal yang benar adalah kebalikannya. Yang diutarakan adalah dasar dari hampir semua cabang ilmu dalam science dan turunannya.